by

Bidadari Surga untuk Laki-laki yang Berpuasa, Perempuan Dapat Apa?

Islam DetikPara bidadari itu berkata kepada wali Allah, yakni orang yang selalu kering keriput bibirnya karena tidak minum, kering matanya, dan kempis perutnya, saat mereka duduk-duduk santai di sungai madu sambil diberikan segelas minuman, “Allah melihat mu di hari yang panas itu. Kamu berada jauh di antara dua tepi (antara kembali dan sampai tujuan), dan kamu tetap menahan rasa haus yang mencekat untuk membuktikan kesungguhanmu. Sampai-sampai para malaikat merasa bangga dan takjub kepadamu. Lalu Allah berkata: ‘Lihatlah wahai para malaikat, ia adalah hamba-Ku yang meninggalkan istrinya (tidak berhubungan seksual di siang hari), meninggalkan syahwat dan kenikmatannya, meninggalkan makan dan minum karena Aku. Saksikanlah, wahai para malaikat, sesungguhnya Aku telah mengampuninya.’ Maka orang itu mendapatkan ampunan Allah dan dinikahkan dengan bidadari-bidadari surga.”

Hal tersebut diuraikan oleh Imam Ibnu Rajab di dalam Lathaif al-Ma’arif (h. 217-219), menukil Imam Mujahid dan ulama lainnya, ketika menafsirkan ayat ke-24 surah Al-Haqqah/69.

Balasan surga berikut bidadarinya memang menjadi motivasi tersendiri bagi orang yang berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قَالَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ فَمَنَ صَانَ نَفْسَهُ فِي شَهْرِ رمَضانَ فَلَمْ يَشْرَبْ فِيهِ مُسْكِرًا ولَمْ يَرْمِ فِيهِ مُؤمِنًا بِالْبُهْتانِ ولَمْ يعمَلْ فيه خَطِيئَةً زَوَّجَهُ اللهُ كُلَّ لَيْلَةٍ مِئَةَ حَوْرَاءَ وَبَنى لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ مِنْ ذَهَبٍ وَفِضَّةٍ وَيَاقُوْتٍ وَزَبَرْجَدٍ لَوْ أَنَّ الدُّنْيَا جُمِعَتْ فَجُعِلَتْ فِي ذَلِكَ الْقَصْرِ لَمْ يَكُنْ فِيهِ إِلَّا كَمَرْبِطِ عَنْزٍ فِي الدُّنْيَا

Siapa saja yang menjaga dirinya dari minum-minuman memabukkan, memfitnah saudaranya yang mukmin, dan tidak melakukan kesalahan selama bulan Ramadan, maka Allah akan menikahkannya dengan 100 bidadari setiap malam. Lalu Allah membangunkan untuknya istana di surga yang terbuat dari mutiara-mutiara. Andaikan dunia dilipatgandakan, lalu dijadikan satu istana (seperti di surga), maka ia tidak akan cukup kecuali hanya untuk tempat gembalan domba saja saat di dunia.” (H.R. Ath-Thabrani, Mu’jam alAwsath; al-Baihaqi, Syu’b alIman, ia mengatakan dalam sanadnya terdapat perawi yang lemah)

Profil Bidadari Surga

Lalu seperti apa pesona bidadari surga? Hakikat bidadari surga hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang mengetahuinya. Akan tetapi, ciri-ciri fisiknya telah digambarkan para ulama berdasarkan keterangan dalam Al-Qur’an dan hadis.

Imam Ibnu Katsir (w.774H) menjelaskan bahwa bidadari surga (al-hur al-‘in) adalah perempuan cantik yang menarik hati, berusia muda dan sebaya (dengan payudara yang montok dan kencang). Wajahnya mulus bagai yaqut dan marjan, dengan rona kemerahan pada pipi dan bibirnya. Wangi tubuhnya belum pernah tersentuh manusia maupun jin. Makhkluk sempurna ini diciptakan oleh Allah untuk orang-orang yang mulia agar mereka merasakan kesenangan dan bahagia di sampingnya (Tafsir Ibnu al-Katsir, IV/148, 282, 465)

Baca juga:  Arti dan Hukum Puasa Tarwiyah

Salah satu mufasir Indonesia, Habib Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab menjelaskan bahwa bidadari surga adalah makhluk ciptaaan Allah yang berbeda dengan manusia di dunia. Ia sungguh cantik. Indah matanya. Kemerah-merahan rona pipi dan bibirnya. Ia senantiasa fokus kepada pasangannya. Ia berusia remaja yang baru tumbuh payudaranya (bagaikan ujung tumit). Tidak pernah tersentuh siapa pun (masih perawan), kecuali bagi penghuni surga yang berhak menjadi pendampingnya (Tafsir Al-Mishbah, XIII/25-26, 531, 551; tafsir surah Ad Dukhan/44: 54-55; Ar-Rahman/55: 72, dan Al-Waqi’ah/56: 22-24; XV/20-21, tafsir surah An-Naba/78: 33)

Majdi Fathi as-Sayyid juga menjelaskan, bidadari surga adalah perempuan-perempuan muda yang montok payudaranya. Dari tubuhnya mengalir air yang dapat diminum. Tubuhnya harum, lembut, rona kemerahan menghiasi pipinya. Giginya putih bersih bagaikan susunan mutiara. Wajahnya bersinar. Senyum di wajahnya amat manis. Tampak sumsum di balik daging betisnya. Sampai-sampai kulit, tulang, dan pakaian yang dikenakannya tak mampu menutupinya (maksudnya begitu putih bersih dan mulus tubuhnya, pen.), Wangi tubuhnya hampir memenuhi isi langit dan bumi. Ia tidak pernah hamil, melahirkan, mengalami haid, nifas, dan bersih dari segala kotoran tubuh. Ia pandai bernyanyi dan suaranya begitu merdu. Tidak pernah membosankan jika dipandang, dan senantiasa membuat hati senang (Mathali’ al-Budur ma’a Manazil as-Surur fi Washf al-Hur al-‘In, h. 9-10)

Perempuan paling cantik mana pun di dunia, tak sebanding seujung kuku pun dengan pesona bidadari surga, meskipun yang kelas bawah. Habib Sayyid Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki menjelaskan tentang bidadari kelas bawah yang akan mendampingi para penghuni surga. Ia mengatakan bahwa bidadari itu bermata indah. Ia mengenakan 70 lapis pakaian. Terlihat sumsum betisnya di balik pakaian tersebut. Hati bidadari itu adalah cerminan pendampingnya, begitu juga sebaliknya. Ketika penghuni surga berpaling sejenak darinya, maka bidadari itu bertambah menjadi 70 bidadari (Khashaish al-Ummat al-Muhammadiyah, h. 332; Ma’arij al-Qabul bi Syarh Salim al-Wushul fi ‘Ilmi al-Ushul, I/314)

Sungguh indah dan menakjubkan hadiah yang dipersiapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk orang yang berpuasa. Tentulah hal ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah puasa semata-mata untuk Allah Ta’ala. Artinya, puasa bukan hanya sekadar menahan haus dan lapar, tetapi juga menahan anggota tubuh dari yang membatalkan pahalanya.

Bagaimana Nasib Perempuan Surga?

Jika laki-laki yang berpuasa akan mendapatkan bidadari surga, lalu bagaimana dengan perempuan yang berpuasa, apa yang akan mereka dapat? Pertanyan ini sering ditanyakan dan memang perlu diberikan jawaban. Sebab, penghuni surga bukan hanya kaum Adam, tetapi juga kaum Hawa.

Sebenarnya, memang tidak ada nash khusus yang menyatakan bahwa perempuan akan mendapatkan lebih dari satu pasangan di surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya menjelaskan bahwa “setiap penghuni surga memiliki pasangan, dan tidak ada yang melajang” (H.R. Muslim, nomor 2834; al-Bukhari, nomor 3246).

Baca juga:  Keutamaan Puasa Hari Arafah

Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, di dalam Fath al-Bari bi Syarhi Shahih al-Bukhari (VI/362) menjelaskan bahwa kaum perempuan penghuni surga juga akan mendapatkan pasangan di surga. Pasangannya itu, terutama adalah suaminya di dunia yang juga masuk surga. Jika suaminya bernasib nahas dan masuk neraka, maka ia akan mendapatkan pasangan seorang laki-laki di dunia yang belum pernah menikah sebelumnya.

Tentu, hak-hak perempuan di surga juga sama seperti laki-laki. Beberapa ayat Al-Qur’an, misalnya dalam surah Fushshilat/41 ayat ke-31 dan surah Az-Zukhruf/43 ayat ke-71, menjelaskan bahwa di surga nanti, para penghuninya dapat meminta apa pun yang diinginkannya.

Dr. Ahmad asy-Syirbashi mengatakan bahwa perempuan mukminah yang telah menikah dengan laki-laki dunia, maka ia akan dikumpulkan di surga, merasakan kenikmatan bersama, kembali muda seperti penghuni surga umumnya. Pasangan ini semakin menyanyangi satu dengan lainnya. Perempuan surga tidak akan menoleh/ melirik kepada laki-laki lainnya. Ia merasa cukup dan ridha atas apa yang telah Allah anugerahkan kepadanya (Yas`alunaka fi ad-Din wa al-Hayah, V/88).

Imam Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya, akan bersama siapa perempuan surga, jika di dunia ia pernah menikah berkali-kali? Maka, ia menyitir riwayat panjang Imam ath-Thabari yang mengisahkan dialog Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai berikut.

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ اَلْمَرْأَةُ تَتَزَوَّجُ الزَّوْجَيْنِ وَالثَّلَاثَةَ وَالْأَرْبَعَةَ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ تَمُوتُ فَتَدْخُلُ الْجَنَّةَ وَيَدْخُلُونَ مَعَهَا مَنْ يَكُونُ زَوْجُهَا مِنْهُمْ ؟ قَالَ  (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ):  إِنَّهَا تُخَيَّرُ فَتَخْتَارُ أَحْسَنَهُمْ خُلُقاً

“Aku (Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha) bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Wahai Rasulullah, seorang perempuan semasa hidupnya pernah menikah dua kali, tiga kali, atau empat kali, lalu meninggal dunia dan masuk surga, sedangkan mantan-mantan suaminya juga masuk surga bersamanya. Siapakah di antara mereka yang menjadi suaminya di surga? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, ‘Sungguh ia akan diberi pilihan. Kemudian ia akan memilih di antara mereka yang paling baik akhlaknya.’” (Lihat, Ibnu Hajar al-Haitami, al-Fatawa al-Haditsiyyah, h. 36)

Demikian untuk balasan perempuan yang masuk ke dalam surga. Ia akan mendapatkan pasangan dari Allah dan mendapatkan kenikmatan, sebagaimana kaum laki-laki.

Comment

Artikel Lainnya